CIAMIS – Upacara Adat Tradisi Nyangku kembali dilaksanakan di Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, pada Senin (7/9/2026). Ribuan masyarakat hadir untuk menyaksikan rangkaian prosesi adat yang menjadi salah satu warisan budaya penting masyarakat Panjalu dan Tatar Galuh.
Nyangku bukan sekadar ritual pencucian benda pusaka, melainkan tradisi yang mengandung nilai sejarah, penghormatan kepada leluhur, serta upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Rangkaian prosesi diawali dengan kirab benda-benda pusaka peninggalan leluhur Panjalu dari Bumi Alit menuju kawasan Situ Lengkong dan Nusa Gede, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pencucian dan penyucian pusaka di Taman Borosngora.
Setiap tahapan dilaksanakan dengan memperhatikan tata cara, tata krama, dan pakem adat yang diwariskan secara turun-temurun. Prosesi tersebut mengandung pesan moral bagi masyarakat untuk senantiasa menjaga hati, pikiran, ucapan, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Tradisi Nyangku juga menjadi ruang pertemuan antara sejarah, kebudayaan, nilai-nilai keislaman, semangat gotong royong, dan kehidupan sosial masyarakat. Kehadiran ribuan warga menunjukkan bahwa tradisi ini masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Panjalu.
Melalui pelaksanaan Nyangku, masyarakat diajak untuk tidak hanya mengenal peninggalan leluhur secara fisik, tetapi juga memahami nilai-nilai kebaikan yang terkandung di dalamnya. Pelestarian tradisi menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat hubungan antargenerasi.
Sejalan dengan semangat tersebut, Nyangku dan Festival Budaya Panjalu diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pendalaman nilai-nilai budaya dan keislaman dalam menelusuri jejak kebaikan para karuhun.
Pelestarian tradisi Nyangku membutuhkan keterlibatan bersama antara masyarakat, tokoh adat, generasi muda, dan berbagai pihak terkait. Dengan menjaga kesinambungan pelaksanaannya, warisan budaya Panjalu diharapkan tetap lestari serta dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Nyangku bukan sekadar tradisi, tetapi ingatan yang terus dirawat, nilai yang terus diwariskan, dan identitas budaya yang terus dijaga.
Hayu urang jaga budaya, hayu urang rawat warisan karuhun.
Budaya melekat dina diri masyarakat.
Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Ciamis
#NyangkuPanjalu2026 #Nyangku #Panjalu #BudayaCiamis #WarisanBudaya #TradisiNyangku #FestivalBudayaPanjalu #DisbudporaCiamis #CiamisNgahiji