Tradisi Hajat Bumi Cariu di Dusun Cariu, Desa Sukadana, Ciamis, merupakan wujud rasa syukur atas limpahan panen dan bentuk pelestarian budaya leluhur. Digelar setiap dua tahun sekali di bulan Muharram, tradisi ini diwarnai dengan berbagai ritual dan kemeriahan.
Keunikan Tradisi Hajat Bumi Cariu:
- Hasil bumi digantung: Berbagai hasil bumi seperti buah-buahan, sayuran, dan umbi-umbian dihias dan digantung, kemudian dibagikan kepada masyarakat setelah acara selesai.
- Menari bersama: Tradisi ibingan atau ronggeng memeriahkan acara, mengundang para tamu dan pejabat untuk menari bersama dan memberikan saweran kepada para penari.
- Edukasi budaya: Tradisi ini menjadi media edukasi bagi anak-anak sekolah untuk mengenal sejarah dan budaya lokal, menumbuhkan rasa cinta terhadap daerah.
- Nilai-nilai budaya: Hajat Bumi Cariu menjunjung tinggi nilai-nilai budaya seperti Nilai rasa syukur, nilai sejarah, nilai toleransi.
Upaya Pelestarian:
Tradisi Hajat Bumi Cariu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTB) dan terus dilestarikan melalui dukungan Disbudpora Ciamis. Hal ini diharapkan dapat menjaga tradisi ini tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Ciamis, Dadang Darmawan, menyampaikan bahwa tradisi Hajat Bumi Cariu merupakan bentuk rasa syukur masyarakat Dusun Cariu atas limpahan hasil panen mereka. Oleh karena itu, Pemkab Ciamis melalui Disbudpora berkomitmen untuk terus mendukung tradisi ini agar dapat dilestarikan hingga generasi mendatang.
"Tradisi Hajat Bumi Cariu ini merupakan salah satu warisan budaya tak benda (WBTB) yang sangat berharga bagi Ciamis. Jadi, sudah menjadi kewajiban kami untuk melestarikannya," ujar Kadisbudpora Drs. H. Dadang Darmawan, M.Si.
#HajatBumiCariu #Kebudayaan #Cariu #Ciamis #Sukadana #DisbudporaCiamis
Apakah artikel ini bermanfaat?
Bantu admin instansi meningkatkan kualitas publikasi.